
Masyarakat Serahkan Cirrhatus
Surabaya, bbksdajatim.org – Seekor Elang Brontok yang bernama ilmiah Spizaetus cirrhatus resmi menempati kandang observasi di lokasi kandang karantina satwa milik Balai Besar KSDA Jawa Timur. Buru
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.

Surabaya, bbksdajatim.org – Seekor Elang Brontok yang bernama ilmiah Spizaetus cirrhatus resmi menempati kandang observasi di lokasi kandang karantina satwa milik Balai Besar KSDA Jawa Timur. Buru

Jakarta (ANTARA News) - Beberapa peneliti menemukan spesies terbaru primata seperti kukang di Pulau Kalimantan, demikian Jurnal Primatologi Amerika seperti dikutip BBC. Primata lucu ini bertubuh keci

Surabaya, bbksdajatim.org – Pada akhir tahun 2012, Balai Besar KSDA Jatim mengadakan Temu Penangkar Satwa Liar yang dilaksanakan pada Kamis 6 Desember 2012. Kegiatan yang di buka oleh Kepala Bidang T
Surabaya, bbksdajatim.org – Mahasiswa Pecinta Alam Stiesia Surabaya menyerahkan ular kepada kantor Balai Besar KSDA Jawa Timur, 5/12/2012. Ular piton berjenis Phyton reticulatus tersebut memiliki pa
Surabaya, bbksdajatim.org – Dengan bertempat di aula Kantor Balai Besar KSDA Jatim, Jl. Raya Bandara Juanda Surabaya, dilaksanakan kegiatan ujian psikotes guna penerbitan Izin Penguasaan Pinjam Paka
Surabaya, bbksdajatim.org – Berawal mendapatkan sitaan berupa Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), Balai Besar KSDA Jatim berupaya untuk melakukan pelepasliaran terhadap salah satu jenis satwa yang masu

Pacet, bbksdajatim.org – Dengan mengambil tempat di Pacet – Mojokerto, Balai Besar KSDA Jatim mengadakan pembinaan kepegawaian terhadap staf dan pejabat struktural-nya. Kegiatan yang dilaksanakan pad

Surabaya, bbksdajatim.org - Polisi Kehutanan (polhut) Resort Konservasi Wilayah Bandara Juanda berhasil menggagalkan pengiriman (ekspor) trenggiling (Manis javanica) sebanyak 288 ekor dalam keadaa

Pengelolaan kawasan konservasi bersendikan 3 pilar, yakni perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Dalam kenyataannya, pengelolaan kawasan konservasi belum dilakukan secara proposional, kegiatan per