
Sosialisasi Efiling
Untuk mempermudah penyampaian SPT Tahunan, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II melakukan Sosialisasi Efiling di ruang rapat Kantor Balai Besar KSDA Jawa Timur, 3 Maret 2015. Adapun Kan
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.

Untuk mempermudah penyampaian SPT Tahunan, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II melakukan Sosialisasi Efiling di ruang rapat Kantor Balai Besar KSDA Jawa Timur, 3 Maret 2015. Adapun Kan

Akhirnya evakuasi terhadap satwa-satwa milik Kebun Binatang Mini Sentul (KBMS) Kota Blitar dilaksanakan pada 25 Februari 2015. Hadir dalam proses evakuasi tersebut tim dari BBKSDA Jatim (diwakili da

Semenjak ditetapkan dan dikelola menjadi kawasan esensial (tahun 2011) kondisi teluk Pangpang menjadi lebih baik dari segi ekologis dan kualitas lingkungan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya luas

Sosialisasi pengelolaan Cagar Alam Gunung Picis dilaksanakan atas kerjasama Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP) dengan Bidang KSDA Wilayah I Madiun, 20/02/2015.

Sebuah negara baru dideklarasikan beberapa tahun belakangan tapi awalnya tidak ada yang bersedia mengakui negara ini. Semua orang malu atas keberadaannya dan banyak negara turut bertanggung jawab

Geram betul Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melihat perilaku pembalak liar sampai-sampai menyebut pelaku illegal logging itu sebagai teroris. Hal tersebut disampaikannya saat

Satwa liar banteng jawa (Bos javanicus) menjadi salah satu satwa prioritas perhatian pemerintah, untuk ditingkatkan populasinya hingga 10 persen. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH

Sekitar 71 jenis raptor bisa ditemukan di tanah air, dan 10 spesies diantaranya adalah raptor endemik. Salah satunya adalah elang Flores. Dari sekitar 71 jenis burung pemangsa yang ada di Indone

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bertemu dengan Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi. Mereka 'curhat' terkait masalah-masalah Orang Rimba yang tidak lagi makmur. "Mereka menyampaika