
Rapat Evaluasi
Rapat evaluasi di awal tahun ini dihadiri oleh seluruh pejabat eselon II hingga IV lingkup Balai Besar KSDA Jawa Timur. Selain itu kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat juga dihadiri oleh seluruh
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.

Rapat evaluasi di awal tahun ini dihadiri oleh seluruh pejabat eselon II hingga IV lingkup Balai Besar KSDA Jawa Timur. Selain itu kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat juga dihadiri oleh seluruh

Trenggiling, satwa yang dikenal dengan sisik keras di sekujur tubuhnya. Di Indonesia, ia menjelajahi hutan primer maupun sekunder Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Bukan hanya di Nusantara, trenggilin

[caption id="attachment_3676" align="aligncenter" width="666"] Sumber Foto : florafaunaofindonesia.wordpress.com[/caption] Edelweiss (Anaphalis Javanica) atau yang populer disebut oleh kaum pendaki s

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, beberapa waktu lalu mengeluarkan catatan kegiatan konservasi di Jawa Timur. Disebutkan, ada peningkatan jumlah satwa tertentu, seperti elan

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berhasil menyelamatkan sejumlah jenis tanaman bambu yang hampir punah. "Sa

Kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Janggangan Rogojampi II yang terletak di Desa Pakel Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi telah disahkan oleh SK Kementerian Kehutanan SK 1862/Menhut-VII/KUH/2014 pa

Mahasiswa Pencinta Alam Institut Pertanian Malang (Mapalipma) akan melakukan kegiatan yang bermisi observasi di Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang atau yang lebih dikenal dengan Gunung Argopur

[caption id="attachment_3657" align="aligncenter" width="674"] penyerahan Merak Hijau (foto : agus irwanto)[/caption] Rabu, 25 Januari 2017, Balai Besar KSDA Jawa Timur menerima penyerahan satwa liar

Sekitar 60 persen spesies primata terancam punah, sebagian besar karena aktivitas manusia menurut satu studi. "Sekarang sungguh saat-saat terakhir bagi banyak makhluk ini," kata profesor antropologi