
Panda Melahirkan Tapir Di Batu
Setelah berhasil mengembangbiakkan Gajah Sumatera dan Orangutan Kalimantan pada Juli 2017 yang lalu, Lembaga Konservasi PT. Bunga Wangsa Sejati berhasil lagi dalam mengembangbiakkan salah satu jenis
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #satwa-liar(697 artikel ditemukan)

Setelah berhasil mengembangbiakkan Gajah Sumatera dan Orangutan Kalimantan pada Juli 2017 yang lalu, Lembaga Konservasi PT. Bunga Wangsa Sejati berhasil lagi dalam mengembangbiakkan salah satu jenis

Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan Sosialisasi Pemanfaatan dan atau Peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) kepada instansi terkait dan pemegang kebijakan di Surabaya. Kegiatan tersebut digelar di rua

Kepala Balai Besar KSDA Jatim, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc. melakukan kunjungan kerja ke Bidang KSDA Wilayah III Jember. Salah satu agenda dalam kunjungan tersebut melakukan pertemuan dengan Ka

[caption id="attachment_4323" align="aligncenter" width="1024"] Foto, Fajar DNA dan Google[/caption] Memperhatikan pemberitaan di media massa pada tanggal 26 April 2018, Wali Kota Surabaya Tri Rismaha

Pada 4 April 2018 yang lalu, bertempat di Universitas 17 Agustus 1945 - Banyuwangi dilaksanakan monitoring evaluasi (monev) pengelolaan KEE Teluk Pangpang, serta penyusunan rencana aksi untuk pengelo

Masyarakat Mitra Pohut (MMP) Balai Besar KSDA Jawa Timur melaporkan bahwa telah menemukan dua buah sarang Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea abbotti) di Pulau Masakambing. Sarang baru ter

Petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) Ponorogo – Pacitan menerima penyerahan seekor Kukang (Nycticebus sp), 19 Maret 2018 sore di Pacitan. Adalah Inggil Saifullah, pemuda yang tinggal di Sidoharjo,

Pada 19 Maret 2018 kemarin, Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Seksi Konservasi Wilayah III Surabaya menerima pelimpahan barang bukti bagian bagian satwa liar berupa daging jenis Kima (Tridacna squa

Hingga saat ini Cagar Alam Pulau Sempu belumlah benar-benar steril dari kunjungan wisata yang dilakukan wisatawan domestik. Seperti yang terjadi pada 8 Maret 2018 kemarin, petugas Resort Konservasi W