
Evakuasi Trenggiling di Kediri
MATAWALI atau Penyelamatan Satwa Liar Ilegal Melalui Kolaborasi Multi Pihak merupakan program penyelamatan satwa liar dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Program ini tela
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #konservasi(931 artikel ditemukan)

MATAWALI atau Penyelamatan Satwa Liar Ilegal Melalui Kolaborasi Multi Pihak merupakan program penyelamatan satwa liar dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Program ini tela

Berawal dari penyerahan seekor ular Sanca kembang (Malayopython reticulatus) dari Pemadam Kebakaran, Kab. Pamekasan pada 3 Januari 2025. Kondisi satwa saat diterima terlihat sehat, masih liar, dengan

Reog Ponorogo, tarian legendaris dengan topeng meraknya yang megah, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa Timur. Asal-usulnya masih menjadi misteri, namun banyak versi cerita yang berk

Tim Seksi KSDA Wilayah III Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan 450 ekor burung tidak dilindungi undang-undang di Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, 4 Desember 2024. Menurut informasi dari

Resort Konservasi Wilayah (RKW) 08 Bandara Juanda bersama Tim penyelamatan satwa BBKSDA Jatim (Wildlife Rescue Unit / WRU), dan Airport Safety Bandara Juanda melaksanakan Wildlife Hazard Management da

Yulianti, warga Desa Plumpang, Kec Plumpang, Kabupaten Tuban menyerahkan secara sukarela 3 ekor Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) ke Seksi KSDA Wilayah II – Bojonegoro, 25 November 2024. Kucing

Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan translokasi satwa liar dilindungi jenis Komodo (Varanus komodoensis) ke Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur, 18 November 2024. Satwa tersebut merupakan hasil pen

Adalah Bella, Sarah, Tejo, Supri, dan Yudi, 5 ekor Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) yang dilepasliarkan pihak Balai Besar KSDA Jawa Timur beserta Javan Langur Centre - The Aspinall Foundation In

Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Seksi KSDA Wilayah IV melaksanakan kegiatan pembinaan habitat dan monitoring populasi Kakatua jambul-kuning (KJK) pada 28 September hingga 5 Oktober 2024 di Pulau M