
Catatan Magang Mahasiswa di BBKSDA Jawa Timur
Konservasi tidak selalu lahir dari ruang rapat atau lembar kebijakan. Ia kerap tumbuh perlahan, dari langkah kaki di jalur hutan, dari catatan lapangan yang berulang, dan dari dialog panjang dengan ma
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #cagar-alam(275 artikel ditemukan)

Konservasi tidak selalu lahir dari ruang rapat atau lembar kebijakan. Ia kerap tumbuh perlahan, dari langkah kaki di jalur hutan, dari catatan lapangan yang berulang, dan dari dialog panjang dengan ma

Di bawah naungan tajuk-tajuk ficus yang telah berakar kuat, proses belajar tidak berlangsung di ruang kelas. Ia tumbuh di antara percakapan santai, kisah perjuangan relawan, dan denyut ekosistem yang

Pulau kecil tidak mengenal kata cadangan. Ketika hutan berkurang, mata air menyusut, ketika satu spesies hilang, keseimbangan ikut bergeser. Di Pulau Bawean, seluruh proses ekologis itu berlangsung d

Di lereng Cagar Alam Gunung Picis, yang diselimuti hawa lembap awal Desember, para penjaga hutan dari Resort Konservasi Wilayah 06 kembali menyusuri batas-batas rawan api. Meski hujan mulai turun, pek

Upaya konservasi di Jawa Timur memasuki babak baru. Dalam Kuliah Tamu Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (5/12), Balai Besar KSDA Jawa Timur menegaskan bahwa gen

Di jantung Cagar Alam Gunung Sigogor, air tidak sekadar mengalir. Ia berdenyut, menghidupi, dan menjaga keseimbangan yang rapuh antara hutan, satwa, dan manusia. Pada tanggal 3–4 Desember 2025, tim Ba

Malang, 8 Desember 2025. Cagar Alam Pulau Sempu merupakan salah satu kawasan konservasi paling penting dan sensitif di Jawa Timur, baik secara ekologis maupun ilmiah. Keberadaannya sebagai pulau karst

Kabut tipis turun perlahan di lereng Gunung Besar selepas hujan mengguyur, membalut pucuk-pucuk pohon yang berjaga bagai pilar waktu. Embun menggantung di ujung daun, memantulkan cahaya keperakan yang

Di sebuah pulau yang dijaga sang endemik rusa bawean, tak pernah benar-benar sunyi, tiga mahasiswa Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan Universitas Gadjah Mada menutup perjalanan magang mereka dengan mem