
Tudung Pengantin Menari Di Rimba Bawean
Bawean, 21 Oktober 2025. Di tengah kelembaban hutan Pulau Bawean, saat embun pagi masih bergelayut di ujung daun paku-pakuan, sepasang makhluk lembut muncul dari gelap tanah. Dari sela-sela serasah da
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #patroli(71 artikel ditemukan)

Bawean, 21 Oktober 2025. Di tengah kelembaban hutan Pulau Bawean, saat embun pagi masih bergelayut di ujung daun paku-pakuan, sepasang makhluk lembut muncul dari gelap tanah. Dari sela-sela serasah da

Dalam rimba Cagar Alam Pulau Sempu, langkah tim Smart Patrol Balai Besar KSDA Jawa Timur berpadu dengan bisik angin dan suara satwa liar yang bergaung di bawah kanopi hutan. Selama tujuh hari, mulai 2

Bawean, 7 Oktober 2025. Kabut tipis turun perlahan menutupi lereng Gunung Besar di jantung Pulau Bawean pagi itu. Di antara suara serangga hutan dan gemericik air yang menetes dari kanopi, sekelompok

Meski hujan belum sepenuhnya mengguyur kawasan Pulau Saobi – Sumenep, tim patroli dari Seksi KSDA Wilayah IV beserta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Madura Kepulauan tetap penuh semangat menyusuri hutan

Di tengah sunyi hutan pegunungan yang mulai mengering, langkah-langkah tim patroli Balai Besar KSDA Jawa Timur terdengar mantap. Dari 26 hingga 28 September 2025, Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 0

Di tengah rimbunnya Cagar Alam Gunung Sigogor, sebuah temuan kecil mengungkap ancaman besar, beberapa helai benang tipis terbentang diam-diam di antara batang pohon, nyaris tak terlihat mata manusia.

Di Cagar Alam (CA) Gunung Picis, sekelompok petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur menapaki jalur terjal dan lembab. Bukan sekadar patroli biasa, perjalanan ini adalah pertemuan antara kearifan lama dan

Di jantung hutan yang oleh warga sekitar disebut Alas Ireng, hamparan hijau yang menyelimuti Cagar Alam Gunung Sigogor kembali menyingkap rahasia lamanya. Selama empat hari, 16–19 September 2025, tim

Di balik keringnya Cagar Alam Pulau Saobi, ancaman sesungguhnya bukan hanya datang dari musim kemarau, tetapi dari kebiasaan kecil manusia. Puntung rokok yang dibuang sembarangan atau pembakaran daun