
Patroli Cegah Api Di Jalur Kering Gunung Picis
Di tengah sunyi hutan pegunungan yang mulai mengering, langkah-langkah tim patroli Balai Besar KSDA Jawa Timur terdengar mantap. Dari 26 hingga 28 September 2025, Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 0
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #jawa-timur(988 artikel ditemukan)

Di tengah sunyi hutan pegunungan yang mulai mengering, langkah-langkah tim patroli Balai Besar KSDA Jawa Timur terdengar mantap. Dari 26 hingga 28 September 2025, Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 0

Pangkalan Udara Iswahyudi, Magetan, menjadi saksi penyerahan satwa liar yang mengejutkan. Seekor ular sanca kembang dengan panjang mencapai lima meter, dua ekor sanca kembang lain, serta seekor monyet

Siapa sangka, air yang mengalir dari hutan-hutan Pulau Bawean ternyata menyimpan nilai ekonomi fantastis: Rp6,8 miliar per tahun. Temuan ini terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Iz

Gresik, 29 September 2025. Balai Besar KSDA Jawa Timur melaksanakan kegiatan bioprospeksi di Suaka Margasatwa Pulau Bawean menjelang akhir September 2025. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi poten

Di tengah rimbunnya Cagar Alam Gunung Sigogor, sebuah temuan kecil mengungkap ancaman besar, beberapa helai benang tipis terbentang diam-diam di antara batang pohon, nyaris tak terlihat mata manusia.

Dalam waktu singkat, hanya satu minggu, Tiara Nathania bersama kedua rekannya menemukan dirinya berada di tengah perjumpaan yang jarang terjadi, menyatu dengan hutan, mendengar suara satwa liar, sekal

Pada Jumat (26/9/2025), dua ekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) seekor jantan dan seekor betina berusia remaja, resmi diserahkan ke Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, Balai Besar KSDA Jawa T

Matahari baru saja menembus tipis kabut pagi, menyalakan kilau zamrud di permukaan Danau Kastoba. Suara burung bersahutan, diselingi desir angin yang menggerakkan pucuk-pucuk pohon. Di jalur setapak

Hanya butuh satu minggu bagi Arlina Widhiastuti untuk merasakan bagaimana konservasi bukan sekadar wacana di ruang kelas, melainkan denyut kehidupan nyata di tengah masyarakat dan hutan Pulau Bawean.