
Benang Pengancam Alas Ireng
Di tengah rimbunnya Cagar Alam Gunung Sigogor, sebuah temuan kecil mengungkap ancaman besar, beberapa helai benang tipis terbentang diam-diam di antara batang pohon, nyaris tak terlihat mata manusia.
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #ponorogo(68 artikel ditemukan)

Di tengah rimbunnya Cagar Alam Gunung Sigogor, sebuah temuan kecil mengungkap ancaman besar, beberapa helai benang tipis terbentang diam-diam di antara batang pohon, nyaris tak terlihat mata manusia.

Di Cagar Alam (CA) Gunung Picis, sekelompok petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur menapaki jalur terjal dan lembab. Bukan sekadar patroli biasa, perjalanan ini adalah pertemuan antara kearifan lama dan

Di jantung hutan yang oleh warga sekitar disebut Alas Ireng, hamparan hijau yang menyelimuti Cagar Alam Gunung Sigogor kembali menyingkap rahasia lamanya. Selama empat hari, 16–19 September 2025, tim

Kepanikan melanda warga Dukuh Krajan Kulon, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Seekor ayam milik Toni Irawan ditemukan tewas di dalam kandang setelah dililit dan dimangsa oleh sanca bo

Ponorogo, 9 September 2025. Riuh tepuk tangan menggema di dalam kemegahan Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Sebanyak 1.300 mahasiswa baru dari tujuh fakultas dan 28 program studi menjejakk

Di balik gemuruh dan denyut kehidupan satwa liar, ada cerita tentang manusia yang belajar kembali menghormati sesama penghuni bumi. Pada 5–6 September 2025, Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Bidang

Ponorogo, 26 Agustus 2025. Pagi itu, ribuan pasang mata memenuhi Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Lebih dari 600 mahasiswa duduk, menyimak dengan khidmat tatkala Prof. Dr. Satyawan

Hujan deras dan kabut dingin menusuk tak menjadi alasan untuk berhenti. Di Cagar Alam Gunung Sigogor “Alas Ireng”, langkah para rimbawan Balai Besar KSDA Jawa Timur terus maju. Mereka bukan sekadar be

Tak banyak orang bisa menirukan suara Elang Jawa dan mendapat balasan langsung dari penjaga langit tersebut. Tapi Giyanto atau akrab disapa Gik dapat melakukannya. Dan bukan hanya sekali. Siulan khas