
Luka telah Sembuh, Trenggiling Kembali ke Alam
Mentari nyaris tenggelam di balik lembah Taman Wisata Alam Gunung Baung saat suara langkah tim Matawali memecah kesunyian rumpun bambu. Kamis, 17 Juli 2025 menjadi hari kepulangan bagi dua makhluk mal
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #taman-wisata-alam(88 artikel ditemukan)

Mentari nyaris tenggelam di balik lembah Taman Wisata Alam Gunung Baung saat suara langkah tim Matawali memecah kesunyian rumpun bambu. Kamis, 17 Juli 2025 menjadi hari kepulangan bagi dua makhluk mal

Udara sekitar Gunung Baung mulai menghangat saat tim RKW 17 Pasuruan melakukan monitoring perkembangan usaha ekonomi produktif Kelompok Tani Hutan (KTH) Santoso di Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi,

Di balik panorama megah Kawah Ijen yang mendunia, akhir Mei 2025 ada kisah tak terdengar tentang perjuangan menjaga jantung liar pegunungan ini tetap berdetak. Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 15 K

Banyuwangi, 1 Juni 2025. Ribuan wisatawan menyerbu Kawah Ijen selama libur panjang akhir Mei 2025. Di balik euforia pendakian dan perburuan momen matahari terbit, tim konservasi justru berhadapan deng

Dalam sejuknya kabut pagi yang menggantung di lereng Gunung Ijen, sebuah pertemuan penting digelar. Pada Sabtu, 31 Mei 2025, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi memimpin rapat monitoring dan evalua

Di tengah kompleksitas ancaman terhadap kawasan konservasi, dari perburuan liar hingga pembalakan, Balai Besar KSDA Jawa Timur mengambil langkah strategis memperkuat lini terdepannya, patroli perlindu

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa ini memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momen refleksi untuk memajukan pendidikan yang inklusif dan bermutu. Tahun 2025, dengan tema nasional “Partisipasi Semest

Pasuruan, 29 April 2025. Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama - sama pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Energi Air PT. Kanz Capital dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, bahu membahu berkolaboras

Mentari pagi menyapu lereng Ijen, menyinari barisan manusia yang bergerak dengan tekad. Di tengah aroma kabut pegunungan, sekitar 80 peserta Ijen Rijik yang terdiri dari anggota Resort Konservasi Wila