
90+ Kegiatan SKW I Kediri Di Tahun 2024
Seksi KSDA Wilayah (SKW) I Kediri merupakan satu dari delapan SKW yang dimiliki oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Wilayah kerja SKW I Kediri meliputi dua kota dan enam
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: dengan tag #cagar-alam(275 artikel ditemukan)

Seksi KSDA Wilayah (SKW) I Kediri merupakan satu dari delapan SKW yang dimiliki oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. Wilayah kerja SKW I Kediri meliputi dua kota dan enam

Di balik hamparan hijau Pegunungan Wilis, kehidupan berdenyut di setiap helaian dedaunan dan gemericik aliran sungai. Cagar Alam Gunung Picis dan Gunung Sigogor bukan sekadar hamparan hutan yang sunyi

Dalam perjalanan pencarian cacing pemakan bakteri di Cagar Alam (CA) Manggis Gadungan, bunga putih cantik menyapa dari lantai hutan. Tumbuh di tebalnya serasah Alas Simpenan (sebutan CA. Manggis Gadun

Beberapa waktu yang lalu Seksi KSDA Wilayah (SKW) I Kediri telah menerima satwa-satwa hasil penyerahan secara sukarela dari masyarakat dan evakuasi dari Tim MATAWALI. Satwa-satwa tersebut diamankan se

Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Jawa Timur semakin diperkuat dengan penandatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2025 yang melibatkan tiga pihak strategis, 13 Februari 2025. Yakni, Balai Bes

Tim Seksi KSDA Wilayah (SKW) 1 Kediri kembali melanjutkan pencarian cacing pemakan bakteri Caenorhabditis inopinata pada Ficus, 12 Februari 2025. Setelah pekan lalu mengamati sikonium (buah) Gondang m

Gunung Pangambean, merupakan salah satu blok pengelolaan di Kawasan Cagar Alam Pulau Bawean, bukan hanya rumah bagi satwa endemik yang langka, tetapi juga menyimpan kekayaan tumbuhan yang luar biasa.

Di kedalaman rimba Pulau Bawean, di antara desir angin yang berbisik di puncak pohon dan bayang-bayang pepohonan yang menghampar bagai kanopi raksasa, sekelompok penjaga alam melangkah pasti. Mereka b

Kesadaran lingkungan bukan hanya milik para peneliti dan pegiat konservasi, tapi juga harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Inilah yang dilakukan oleh Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 1