
Tes Psikologi Pemegang Senpi
Sebanyak 30 orang Polisi Kehutanan (Polhut) lingkup Balai Besar KSDA Jatim (BBKSDA Jatim) mengikuti tes psikologi guna pemegang senjata api (senpi) non organik di Kantor BBKSDA Jatim, 4 Desember 2015
Temukan informasi terbaru, kegiatan konservasi, dan edukasi seputar keanekaragaman hayati di Jawa Timur.
Menampilkan hasil untuk: di kategori Berita(1201 artikel ditemukan)

Sebanyak 30 orang Polisi Kehutanan (Polhut) lingkup Balai Besar KSDA Jatim (BBKSDA Jatim) mengikuti tes psikologi guna pemegang senjata api (senpi) non organik di Kantor BBKSDA Jatim, 4 Desember 2015

Sebanyak 2.711 ekor burung berhasil diamankan Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Jawa Timur di atas Kapal Motor (KM) Mahkota, yang sandar di Pelabuhan Jamrud – Tanjung Perak Surabaya (03/12/2015). KM

Musim kemarau tahun 2015 ini sudah memasuki masa yang kritis untuk kehidupan satwa di hutan wilayah Jember. Kondisi ini merugikan bagi satwa yang tinggal di hutan wilayah selatan Jember namun merupak

Tak ada jeranya para penyelundup satwa liar yang dilindungi undang-undang melakukan kegiatan penyelundupan belasan burung-burung eksotik ke Jawa Timur. Seperti yang terjadi kemarin, 2 November 2015,

Satuan Polisi Kehutanan (Polhut), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar KSDA Jatim (BBKSDA Jatim) bersama Satreskrim Polres Probolinggo dan LSM COP berhasil membongkar perdagangan satwa se

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri kembali mengamankan satwa langka yang dilindungi. Kali ini, polisi mengamankan satwa jenis biawak kalimantan tanpa telinga atau Varanus Borneensis ya

Abdul Rokhim, warga Dusun Suko, Desa Sumberpucung, Kec. Sumberpucung, Malang, akhirnya menyerahkan buaya temuannya ke petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim), 16 Oktober 2015. Hal terse

Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 desa penyangga kawasan lindung sumber mata air, yaitu Desa Tempurejo tanggal 6 Oktober, Desa Tunge tanggal 7 Oktober, Desa Plosokidul tanggal 12 Oktober dan Desa Jar

Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan, mendapat keluarga baru dengan kelahiran seekor anak jerapah berjenis kelamin betina. Kelahiran anakan jerapah ini menambah koleksi satwa asli Arfika